Sustainability Kinerja Perusahaan Kelapa Sawit di Kalimantan Selatan

Authors

  • Dahniar Dahniar Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin
  • Edi Mikrianto Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin

DOI:

https://doi.org/10.47747/snfmi.v3i1.3096

Abstract

The research aims to analyze the sustainability of the cost components that form the Performance Index of palm oil companies (K Index) in determining the price of the palm oil industry, especially the price of Fresh Fruit Bunches (FFB) used by Palm Oil Mills (PKS) and palm oil farmers, both plasma farmers and independent farmers. To obtain accurate and valid information for the K Index of palm oil PKS in South Kalimantan. Data collection methods consist of field research and library research. The research data used are both qualitative and quantitative. Data analysis for calculating the palm oil K Index is conducted in accordance with the Regulation of the Minister of Agriculture Number 13 of 2024. Sampling used purposive sampling, in 20 (twenty) Palm Oil Companies that already have Plantation Business Licenses and Palm Oil Mills, and that routinely report the calculation of the K Index to the Plantation and Livestock Service (Disbunnak) of South Kalimantan Province. The research results determined that the cost components forming the K index include: marketing costs, transportation costs, processing costs, indirect operational costs, and PKS depreciation costs. The elements that form the K Index are influenced by, among other things, differences among PKS, such as PKS planting their own oil palms and processing their own CPO and CPKO, non-uniform templates for calculating the K Index, and Head Office policies.

References

Dahniar., Mikrianto, E., Sudirwo, Septiana, N., Wibowo, A. D., & Herteno, R. (2024). K-SMARD: Aplikasi perhitungan indeks K untuk meningkatkan kinerja perusahaan kelapa sawit.

Dahniar., & Rachman, M. Y. (2023). Analisa servant leadership terhadap organizational citizenship behavior dan kinerja karyawan perusahaan kelapa sawit.

Dahniar., & Rachman, M. Y. (2022). Pengaruh organizational commitment dan quality of work life terhadap organizational citizenship behavior pada perusahaan kelapa sawit di Banjarmasin.

Dahniar., & Al Difa, S. I. (2021). Analisa kebijakan besaran indeks K untuk meningkatkan keuntungan petani dan pengusaha kelapa sawit di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. AIEM Advances in Industrial Engineering and Management, 30–32.

Dahniar., & Sadikin, A. (2020). Analisa penetapan harga komoditas kelapa sawit di Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Dahniar., & Yulianto, A. (2019). Penentuan harga TBS kelapa sawit pada PT. Gawi Makmur Kalimantan di Banjarmasin. In Prosiding Paramadina Research Day 2018 (pp. 303–320). Jakarta: Universitas Paramadina.

Dahniar. (2018). Analisis strategi pemasaran CPO pada PT. Gawi Makmur Kalimantan di Banjarmasin. In Asosiasi Ilmu Manajemen Indonesia (AIMI) (pp. 130–140). Jambi: Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Jambi.

Dahniar., Budiman, A., & Wijaya, R. (2017). Analisis rantai nilai (value chain) industri komoditi kelapa sawit di Kalimantan Selatan.

Dahniar., & Fatiah, N. (2011). Analisis kebijakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Tabalong dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Darise, N. (2009). Akuntansi sektor publik. Jakarta: Salemba Empat.

Departemen Perindustrian. (2007). Gambaran sekilas industri minyak kelapa sawit. Jakarta: Departemen Perindustrian.

Friska, S. (2010). Value chain analysis (analisis rantai nilai) untuk keunggulan kompetitif melalui keunggulan biaya. Jurnal Ekonomi, 13(1), Medan: USU.

Gumbira, S., & Intan, H. (2004). Manajemen agribisnis. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hansen, M., & Mowen. (2006). Akuntansi biaya (Terjemahan). Jakarta: Salemba Empat.

Kotler, P., & Armstrong, G. (2004). Dasar-dasar pemasaran (Jilid I, Edisi ke-9). Jakarta: PT Indeks.

Mulyadi. (2007). Akuntansi biaya. Jakarta: Salemba Empat.

McMillan, J. H., & Schumacher, S. (2001). Research in education: A conceptual introduction (5th ed.). New York, NY: Addison Wesley Longman.

Fatiah, N., & Dahniar. (2014). Peranan perusahaan agribisnis dalam rangka meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) di Provinsi Kalimantan Selatan: Perbandingan pendapatan pemerintah pusat dan daerah. Banjarmasin: Universitas Lambung Mangkurat.

Pahan, I. (2008). Panduan lengkap kelapa sawit: Manajemen agribisnis dari hulu hingga hilir (Cet. 4). Jakarta: Penebar Swadaya.

Pears, R., & Robinson, R. (2009). Theory of value chain. Singapore: Prentice Hall.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01/Permentan/KB.120/1/2018 tentang pedoman penetapan harga pembelian TBS kelapa sawit produksi pekebun.

Peraturan Menteri Pertanian Nomor 13 Tahun 2024 tentang pedoman pembelian TBS kelapa sawit produksi pekebun mitra.

Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute. (2016). Mitos VS fakta industri minyak sawit Indonesia dalam isu sosial, ekonomi dan lingkungan global (Edisi Kedua). Bogor.

Republik Indonesia. (2009). Undang-undang nomor 28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi daerah.

Sekaran, U. (2009). Metode penelitian untuk bisnis (Edisi ke-4, Buku 1 & 2). Jakarta: Salemba Empat.

Shank, J., & Govindarajan, V. (2000). Theory of value chain. Singapore: Prentice Hall.

Supriyono. (2003). Akuntansi biaya. Jakarta: Salemba Empat.

Swastha, B., & Sukotjo, I. (2002). Pengantar bisnis modern (pengantar ekonomi perusahaan modern) (Edisi ke-3). Yogyakarta: Liberty.

Womack, J., Jones, D., et al. (1990). Theory of value chain. Jakarta: Prentice Hall.

Downloads

Published

2025-11-09