Inovasi Teknologi dan Peran Generasi Milenial dalam Pengembangan Agro Edu Wisata di Desa Sindulang
DOI:
https://doi.org/10.47747/snfmi.v3i1.3134Abstract
Sindulang Village, Sumedang Regency, offers natural beauty and fertile land for agriculture, particularly in the Baruimun Hill area. This enormous potential is utilized through a community service program to develop the area as an Agro-Edu-Tourism destination. This program aims to improve the welfare of the Sindulang Village community by empowering millennials to drive the village towards a sustainable, smart village. Activities focus on increasing human resource capacity, utilizing digital technology, and strengthening the management of local potential. The implementation method involves training, education, demonstrations, and mentoring two primary partners: the Makmur Millennial Farmers Group and Kerenceng Volunteers. Innovations include the development of supporting infrastructure, such as a smart watering system (automatic watering) and solar cells (solar panels), entrepreneurship education, and digital promotions through social media and websites. The results of this community service activity show improvements in partners' management skills, technological understanding, and digital marketing capabilities. Furthermore, tourism and agricultural infrastructure have improved, contributing to visitor comfort and the development of tourist attractions. This model can be implemented in other villages to empower communities and strengthen local economies. The main obstacle is low digital literacy and the need for continued mentoring from the partners of the Makmur Millennial Farmers Group and Kerenceng Volunteers, as well as from the Sindulang Village community, to sustain the innovations implemented.
References
Ariyani, N. I., Demartoto, A., & Zuber, A. (2018). Habitus pengembangan desa wisata Kuwu: Studi kasus Desa Wisata Kuwu Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Jurnal Analisis Sosial, 4(2).
Dewi, M. H. U. (2013). Pengembangan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat lokal di Desa Wisata Jatiluwih Tabanan, Bali. Jurnal Kawistara, 3(2), 129–139.
Esariti, L., Nida, R. S., Rakhmatullah, A. R., & Damayanti, M. (2023). Optimalisasi pengembangan desa wisata Lerep Kabupaten Semarang berbasis kearifan lokal. Development Optimization of Lerep Tourism Village of Semarang Regency Based on Local Wisdom, 7(1), 107–117.
Garnia, E., Nurwathi, N., Manaf, K., Maharani, L., Iman, M., Rakhmawarto, R. S., et al. (2023). Pengembangan ekonomi masyarakat kaki Gunung Kerenceng berbasis infrastruktur dan pengelolaan berkualitas.
Hermawan, H. (2017). Pengaruh daya tarik wisata, keselamatan, dan sarana wisata terhadap kepuasan serta dampaknya terhadap loyalitas wisatawan: Studi Community Based Tourism di Gunung Api Purba Nglanggeran. Jurnal Media Wisata, 15(1), 562.
Itah, M. (2019). Pengembangan desa wisata oleh pemerintah Desa Babakan Kecamatan Pangandaran Kabupaten Pangandaran. Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara, 6(3), 45.
Kurniawati, M., Mustikowati, R. I., Pagelaran, K., & Swaru, D. (2018). Agro Edu Wisata Desa Swaru Kecamatan Pagelaran Kabupaten Malang Provinsi Jawa Timur. Pamator, 11(2), 8–11.
Mamonto, S. S., & Sampe, S. (2021). Kebijakan pengembangan desa wisata di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur. Pengelolaan Sumberdaya Pembangunan, 1(2), 6–13.
Muljaningsih, K. S., & Sri, Y. A. (2015). Pengaruh program desa wisata.
N, F. A., Krisnani, H., & Darwis, R. S. (2015). Pengembangan desa wisata melalui konsep Community Based Tourism. Prosiding Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, 2(3), 341–346.
Nurhayati, N. (2018). Dampak pengembangan desa wisata terhadap kesejahteraan masyarakat. Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.
Olivia, D., Atmojo, W. T., & Guna, A. (2022). Analisis potensi desa wisata sebagai upaya peningkatan aksesibilitas dan konektivitas di Desa Wisata Cikolelet. Ikraith-Teknologi, 6(3), 28–37.
Purwadhania, A. (2022, Juni 16). Keindahan Gunung Kerenceng yang tersembunyi di Sumedang! Wisata Diary. Diakses dari https://wisata.app/diary/gunung-kerenceng-sumedang pada tanggal 3 April 2023.
Samudra, G. B. (2020, Juli 1). Keindahan Gunung Kerenceng yang belum terjamah. Detik Travel. Diakses dari https://travel.detik.com/domestic-destination/d-5075323/keindahan-gunung-kerenceng-yang-belum-terjamah pada tanggal 11 April 2023.
Sindulang, D. (2021). Peraturan Desa Sindulang tentang Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.
Sindulang, D. (2021). Profil Desa Sindulang Kecamatan Cimanggung Kabupaten Sumedang.
Sri Yulianto, H., & Pambudi, A. (2018). Pengembangan desa wisata berbasis Community Based Tourism di Desa Wisata Mangir, Sendangsari, Pajangan, Bantul. Jurnal Pengembangan Desa Wisata, 1, 1–10.
Sudibya, B. (1970). Wisata desa dan desa wisata. Jurnal Bali Membangun Bali, 1(1), 22–26.
Sulistyani, A. (2020). Persepsi masyarakat lokal terhadap pengembangan desa wisata. Jurnal Kebijakan Publik, 1, 39–46.
Usman, H., Yunus, A. F., Syukran, A., Kendek, N. C., & Lapangan, D. P. (2022). Pembuatan alat penyiram tanaman otomatis berbasis Internet of Things (IoT) di green house SMK Negeri Sulbar, 2.